KASIH
  • Post category:Artikel

Pdm. Hiruniko R. Siregar, M.Th

Matius 22:34-40

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Mat. 22:39)

Semua orang yang ada di dunia ini, tidak ada yang terkecuali semuanya pasti memiliki yang namanya KASIH. Sejahat apapun manusia, sebejat apapun dia, pasti sedikitnya di dalam hidupnya ada yang namanya kasih. Mengapa demikian? jangan heran dengan semua ini, karena kita ini diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Kita semua harus tahu bahwa pribadi Allah itu penuh dengan yang namanya kasih. Sebaliknya pribadi iblis, itu penuh dengan yang namanya kebencian, dendam, amarah dan lain sebagainya. Iblis berusaha untuk menghilangkan yang namanya kasih itu pada pribadi manusia. Dan kalau tidak hilang, iblis berusaha untuk menyalahgunakan kasih yang ada dalam hidup kita. Sejak semula ketika manusia pertama diciptakan, mereka hidup penuh dengan yang namanya kasih. Di taman eden, tidak ada yang namanya permusuhan, kebencian, dendam dan lain sebagainya. Bahkan para binatangpun bisa hidup dengan rukun. Dan iblis berusaha menghancurkan yang namanya kasih lewat dosa. Setelah manusia jatuh dalam dosa, mulailah kebencian, dendam, sakit hati, kecewa mulai muncul dalam hati manusia.

Mengapa iblis begitu mempunyai kepentingan untuk menghancurkan kasih yang ada dalam manusia ? karena iblis tahu, bahwa manusia tidak bisa masuk surga kalau tidak mempunyai kasih dalam hidupnya. Dalam Matius 22:34-40; intisari dari hukum taurat adalah kasih. Firman Allah berkata bahwa kasih merupakan hukum yang terutama dan yang utama maksudnya adalah bahwa kasih merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh manusia untuk masuk ke surga. Dan untuk sementara kalau kita lihat, iblis sepertinya berhasil menghancurkan yang namanya kasih itu dalam kehidupan manusia. Kalau kita lihat disekitar kita, berapa banyak orang – orang yang ada di sekitar kita yang hidup dengan kebencian, dendam, kekecewaan, tidak mau mengampuni, egois dan lain sebagainya. Bahkan banyak juga manusia yang bukan hanya benci kepada manusia, tapi banyak juga yang benci kepada Tuhan. Dan kalau kita mengerti kebenaran ini. Mari hapuskan semua kebencian, kekecewaan, dendam kita kepada siapapun juga tanpa alasan apapun juga. Sebenarnya kalau kita mengasihi, mengampuni itu semua untuk kebaikan kita.

Mengapa orang tidak bisa mengasihi atau pengampuni ? karena mereka tidak tahu kebenaran firman Tuhan ini. (baca: Mat. 18:21-35). Setiap kita manusia harus tahu. Bahwa kalau hari ini kita ada sebagai mana kita ada semua itu karena kasih Allah kepada kita. Jadi kita ada itu bukan karena kita hebat, bukan karena kita pandai, kita ada hanya oleh kasih karunia Allah saja. Kalau kita mengerti ini, maka jangan sampai kita tidak mau mengasihi sesama kita. 

Seringkali kita hanya mengasihi orang-orang tertentu saja. Firman Tuhan mengatakan : Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? (Matius 5:46-47). Dan seringkali kita memberi penilaian yang salah terhadap orang yang berbuat dosa. (Mat. 9:9-12). 

Itulah kebenaran tentang kasih yang kita harus mengerti. Hari ini setiap kita harus sadar bahwa kita ini hidup di akhir dari akhir zaman. Salah satu tanda dari datangnya Tuhan dan kesudahan dunia adalah makin bertambahnya kedurhakaan dan kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat (Mat. 24:3-13). Sebab itu mari kita warnai dunia ini dengan kasih, yaitu dengan tinggal dalam kasih Kritus dan hidup saling mengasihi. 

Allah itu kasih, maka kitapun harus mengasihi

Pertanyaan:

  1. Mengapa iblis ingin manusia tidak hidup dalam kasih?
  2. Mengapa Anda dalam mengasihi sesama tidak boleh mengasihi orang tertentu saja?