KASIH ALLAH
  • Post category:Artikel

Pdm. Hiruniko R. Siregar, M.Th

Yesaya 30:18-21

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia (Yesaya 30:18)

“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku….” Inilah kalimat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sebagai ekspresi betapa dalamnya cinta Tuhan kepada kita. Alkitab menulis bahwa tubuh kita adalah Bait Allah, Rumah Tuhan. Cintanya kepada kita menghanguskan Dia. Satu perkataan yang memiliki makna yang sangat dalam, menyatakan suatu kerinduan yang tak dapat dibendung lagi. Betapa Tuhan ingin menyatakan kasih-Nya secara total dalam kehidupan kita. 

Namun, mari kita lihat diri kita. Apakah kita sudah menanggapi kerinduan Tuhan itu dengan sungguh-sungguh sesuai harapan Tuhan? Ataukah kita sedang sibuk dengan diri kita sendiri. Merasa puas dengan kehidupan kita yang penuh polesan-polesan agar terlihat rohani. Topeng-topeng kemunafikan, kesombongan, kebenaran diri-sendiri, dan harga diri yang masih kita pegang erat-erat. Dengan sombongnya kita menutup hati kita untuk Tuhan, tapi disisi lain kita membuka lebar-lebar hati kita untuk diisi dengan kotoran nafsu kedagingan kita. Secara tidak sadar kita menolak kasih Tuhan dengan mengatakan ‘aku sibuk Tuhan, cukup khan kalau aku sekedar beribadah kepadaMu. Nanti saja kalau aku butuh sesuatu aku cari Engkau!’ Kita seringkali merasa sudah cukup dalam ‘membalas budi’ kepada Tuhan. Kita merasa Tuhan layak menerima penyembahan kita yang asal-asalan. Pokoknya yang penting tiap minggu datang ke gereja, itu sudah cukup.

Sebenarnya kalau mau jujur, siapa sih kita ini sampai berani menolak kasih Tuhan yang besar itu? Alkitab tuliskan dalam Mazmur 103 : 14, bahwa kita ini hanyalah debu. Tanpa kasih Tuhan kita tidak mempunyai arti apa-apa. Kekayaan kita, nama besar kita,jabatan kita, harga diri dan gengsi kita, tidak ada artinya apa-apa. Karena itu semua tidak akan kita bawa dalam kekekalan. Semua itu akan berakhir. 

Bagi orang Kristen, goal yang utama adalah ‘kehidupan kekal’, yaitu hidup bersama-sama dengan Tuhan selama-lamanya tanpa ada batas waktu. Dan itu hanya didapat dengan satu cara, membuka hati kita untuk menerima kasih Tuhan. Kehidupan kekal tidak dapat diusahakan oleh manusia dengan kekuatan, kesalehan, ibadah atau cara-cara apapun juga. Itu semua hanya karena kasih Tuhan bagi orang yang mau percaya kepada Yesus. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3 : 16). Tugas kita hanya percaya kepada Yesus saja, karena kasih-Nya yang besar tidak pernah berubah atau dipengaruhi oleh keadaan apapun juga. Berbeda dengan kasih yang dunia berikan, yang selalu berubah-ubah sesuai kondisi yang ada. Allah begitu rindu dan menantikan saatnya hendak mencurahkan kasih-Nya kepada kita. (Yes. 30 : 18). Jangan tolak kasih Allah. Sadari bahwa kita adalah orang-orang yang sangat membutuhkan Tuhan. Kebutuhan kita yang paling dasar adalah Kasih Tuhan.

Kita sering rindu akan kasih Tuhan ini, tapi pada kenyataannya kita tidak bisa merasakannya. Hal ini terjadi karena hati kita penuh dengan hal-hal kotor yang yang masih kita simpan erat-erat sehingga membuat kasih Tuhan tidak dapat menembusnya. Hal-hal kotor itu adalah : dosa-dosa, kepahitan, dendam, iri hati, dll. Satu-satunya kunci untuk membersihkan hati kita dari segala kekotoran itu semua adalah dengan jalan mengampuni.

Pengampunan memiliki kuasa besar untuk membebaskan diri kita dari segala macam hal yang membelenggu hati kita. Hati kita akan bisa menjadi bejana yang kosong tidak terisi dengan hal-hal yang kotor. Saat bejana hati kita kosong, Tuhan dapat dengan leluasa mengisinya dengan kasih-Nya yang melimpah. Dan Dia akan penuhkan dan puaskan kita dengan kasih-Nya yang tidak bisa diukur dengan apapun juga.

Hidup kekal hanya didapat ketika Anda merespon kasih Tuhan dengan benar

Pertanyaan:

  1. Mengapa terkadang Anda tidak bisa merasakan kasih Tuhan di dalam hidupmu?